—
Tentang The Last of Us
Dirilis pertama kali oleh Naughty Dog pada tahun 2013, The Last of Us mengisahkan perjalanan Joel dan Ellie dalam dunia pasca-apokaliptik yang hancur akibat wabah jamur Cordyceps. Game ini mendapat pujian tinggi karena alur cerita yang emosional, karakter kompleks, dan isu-isu sosial yang relevan.
—
Pelajaran Hidup yang Dapat di Ambil
1. Nilai Kemanusiaan di Tengah Kekacauan
Joel dan Ellie menunjukkan bahwa di tengah kehancuran, empati dan kasih sayang tetap penting. Gen Z bisa belajar pentingnya menjaga hubungan antarmanusia, bahkan dalam dunia digital yang kadang terasa dingin.
2. Mental Health dan Trauma
Game ini menggambarkan trauma, kehilangan, dan proses healing dengan cara yang realistis. Ellie dan Joel masing-masing memiliki luka batin, dan The Last of Us memperlihatkan bahwa tidak semua luka bisa langsung sembuh, tapi kita bisa belajar hidup berdampingan dengannya.
3. Pilihan Moral dan Konsekuensinya
Setiap keputusan dalam game ini punya dampak besar. Ini memberi pelajaran bahwa hidup penuh pilihan sulit, dan kita harus belajar bertanggung jawab atas keputusan kita—baik di dunia nyata maupun digital.
—
Game sekaligus edukasi? Jelas bisa dong! The Last of Us sering digunakan dalam diskusi akademis karena mengangkat tema etika dan moralitas, tak hanya itu game ini juga mempelajari bagaimana bertahan hidup di tengah wabah jamur Cordyceps (jamur semut zombi) yang hampir memusnahkan seluruh umat manusia.
Menariknya, jamur Cordyceps memang ada di dunia nyata dan menginfeksi serangga loh, Sobat DigiTalks!
Jadi, Sobat DigiTalks, siapkah kamu menyelami lebih dalam makna hidup dari game The Last of Us dan menerapkannya di kehidupan nyata?👀
Penulis : Akadri Librawansyah
Komentar
Posting Komentar