Halo Sobat DigiTalks, pernah dengar gak musik ‘Kukurung’? Kukurung merupakan ritual adat di kalangan suku Dayak Samihim yang udah diwariskan turun-temurun dari leluhur mereka.
Tau gak sih tradisi sakral ini diadakan hanya setiap 5-10 tahun sekali. Lama banget kan? Makanya Kukurung itu seperti festival budaya dan doa massal yang penuh energi positif. Sakral tapi seru banget kan, Sobat DigiTalks?
⸻
• Apa Sih Kukurung Itu?
Kukurung adalah ritual adat sekaligus musik tradisional yang dimainkan saat mendekati musim tanam padi.
Alat musiknya pun bukan yang seperti biasa. Mereka memakai bambu besar sekitar lima batang bambu yang memiliki nama dan fungsi tertentu seperti: Buan (seperti bass namu nada paling berat), Panjang (mengisi nada tengah), Rengkut Kuteng (untuk ritme), Tangki (aksen/penanda tempo), Tangkup (penutup irama).
Nah alat musik ini sakral, sehingga alat tersebut tidak boleh dimainkan sembarangan. Kukurung hanya boleh dimainkan saat pesta tanam padi digelar. Jadi, ini bener-bener bagian ritual, bukan hanya hiburan semata.
• Asal Kukurung
Kukurung merupakan alat musik yang berasal dari Pamukan Utara, Kotabaru. Nah karena tradisi ini cukup besar, seluruh warga dari anak-anak, orang tua hingga para tetua berbondong-bondong untuk melakukan upacara adat ini.
⸻
Sebagai Gen Z, tentunya mengetahui tentang budaya itu penting banget. Dengan zaman makin maju yang serba instan dan digital, memahami tentang budaya itu bisa menjadi sebuah reminder bahwa hidup gak cuma soal scroll TikTok atau ngelike postingan orang aja. Terkadang kita juga perlu momen untuk connect ke akar alam, leluhur, dan sesama manusia.
Jadi gimana nih Sobat DigiTalks, tertarik ingin melihat tradisi Kukurung?👀
Penulis : Akadri Librawansyah
Komentar
Posting Komentar